Senin, 30 Maret 2020

Ayok kita cari tahu tentang sikecil yang tidak terlihat (Virus)




Sejarah Penemuan Virus

Virus berasal dari bahasa Latin, yaitu virion, yang artinya racun. Lalu, bagaimana awal mula virus ditemukan?

1. Adolf Meyer

Sejarah penemuan virus dimulai pada tahun 1883, setelah seorang ilmuwan asal Jerman, Adolf Meyer, menemukan adanya bintik-bintik kuning pada daun tembakau. Mengetahui hal itu, Meyer mencoba mengekstraksi getah tembakau tersebut lalu menyemprotkannya pada tembakau yang masih sehat. Ternyata, tembakau yang sehat tersebut juga mengalami bintik-bintik kuning. Lalu, Meyer meneliti getah tembakau tersebut menggunakan mikroskop, ternyata tidak ditemukan adanya bakteri, sehingga ia berkesimpulan bahwa makhluk yang menyerang tembakau tersebut berukuran lebih kecil dari bakteri.

2. Dmitri Ivanovsky

Pada tahun 1892, ilmuwan asal Rusia, Dmitri Ivanovsky melakukan penelitian yang sama dengan Meyer, yaitu menyaring getah tembakau yang sakit. Perbedaannya, Dmitri menyaring getah tersebut dengan saringan bakteri. Lalu hasil saringan tersebut disemprotkan pada tembakau yang sehat, ternyata tembakau juga menjadi sakit.

3. Martinus Beijerinck

Beijerinck merupakan ilmuwan asal Belanda yang melakukan penelitian sama dengan dua peneliti sebelumnya, bedanya Beijerinck mencoba untuk menonaktifkan makhluk penyebab penyakit tersebut menggunakan alkohol. Hasilnya alkohol tidak bisa menonaktifkan makhluk tersebut. Beijerinck menyebutnya sebagai virus lolos saring.

Ciri-ciri Virus


Adapun ciri-ciri yang dimiliki virus adalah sebagai berikut.
  1. Virus bisa bersifat seperti benda hidup, contohnya bisa berkembang biak jika berada di dalam sel hidup.
  2. Memiliki satu asam nukleat, DNA atau RNA saja.
  3. Virus bisa bersifat seperti benda mati, contohnya tidak melakukan metabolisme, tidak bernapas, tidak bergerak, dan berbentuk kristal jika berada di luar sel hidup.
  4. Berukuran sangat kecil, yaitu antara 20 dan 300 nm.





Bentuk Virus



Ternyata, virus bermacam-macam bentuk, lho. Ingin tahu apa saja?
  1. Berbentuk batang, contohnya TMV (Tobacco Mosaic Virus).
  2. Berbentuk batang dan berujung oval seperti peluru, contohnya Rhabdovirus.
  3. Berbentuk bulat, contohnya HIV (Human Immunodeficiency Virus) dan Orthomyxovirus.
  4. Berbentuk filamen atau benang, contohnya virus Ebola.
  5. Berbentuk polihedral, contohnyaAdenovirus.
  6. Berbentuk seperti huruf T, contohnya bakteriofag, yaitu virus yang menyerang bakteri Escherichia coli.
Berikut ini gambarnya.







Sumber: Quipper Video

Struktur Virus



Virus tidak digolongkan dalam organisme seluler karena tidak memiliki bagian-bagian sel seperti, dinding sel, membran sel, sitoplasma, serta organel sel lainnya. Adapun struktur tubuh virus bakteriofag adalah sebagai berikut.

1. Kepala

Kepala bagian dalam mengandung asam nukleat, sedangkan bagian luarnya diselubungi oleh kapsid. Untuk virus bakteriofag, kepalanya berbentuk polihedral dengan jenis asam nukleatnya DNA.

2. Kapsid

Kapsid merupakan selubung luar virus yang mengandung banyak subunit protein yang disebut kapsomer. Kapsid terdiri dari beberapa bentuk, sehingga berpengaruh pada bentuk virusnya.

3. Asam nukleat

Asam nukleat yang dimiliki virus hanya satu, yaitu DNA atau RNA saja. Asam nukleat inilah yang nantinya berfungsi sebagai informasi genetik untuk replikasi.

4. Leher

Leher merupakan penghubung antara kepala dan ekor. Leher berfungsi sebagai saluran keluarnya asam nukleat menuju ekor.

5. Ekor

Ekor virus terdiri dari serabut ekor dan lempeng dasar. Ekor ini berfungsi untuk menempel pada inang.
Berikut ini merupakan struktur virus selain bakteriofag yang telah ditemukan.






Sumber: Quipper Video

Cara Hidup Virus



Virus tergolong dalam parasit intraseluler obligat karena hanya dapat hidup di dalam sel yang hidup. Artinya, jika sel tersebut mati, virus tidak akan mati melainkan mengristal. Sel hidup yang ditumpangi virus disebut sel inang. Bagaimana cara virus mengenali inangnya? Yaitu menggunakan sistem lock key atau kesesuaian. Berdasarkan jenisnya, sel inang dibagi menjadi dua, kisaran inang luas dan kisaran inang sempit. 
Virus dengan kisaran inang luas bisa menginfeksi beberapa inang, contohnya virus flu burung bisa menginfeksi unggas, babi, dan manusia. Sedangkan virus dengan kisaran inang sempit hanya bisa menginfeksi inang tertentu saja, contohnya virus flu hanya menginfeksi sel-sel di saluran pernapasan dan virus bakteriofag hanya bisa menginfeksi bakteri Escherichia coli. Penularan virus dari satu inang ke inang yang lain bisa melalui udara, lendir, air, darah, atau melalui perantara seperti nyamuk.

Perkembangbiakan Virus



Perkembangbiakan virus dikenal dengan istilah replikasi atau perbanyakan diri. Bagi virus, sel inang merupakan sumber energi untuk sintesis protein. Perkembangbiakan virus dibagi menjadi dua, yaitu daur litik dan lisogenik.

1. Daur litik

Terjadinya daur litik disebabkan oleh ketahanan sel inang lebih lemah daripada daya infeksi virus. Akibatnya sel inang akan pecah dan mati, serta akan menghasilkan virion-virion baru. Adapun tahapan pada daur litik adalah adsorpsi, penetrasi, sintesis dan replikasi, pematangan atau perakitan, dan lisis.

2. Daur lisogenik

Daur lisogenik terjadi jika pertahanan tubuh inang lebih kuat daripada daya infeksi virus. Pada daur ini sel inang masih bisa bereproduksi dengan normal dan tidak akan langsung pecah. Akan tetapi, DNA virus bakteriofag akan berinteraksi dengan kromosom sel inang membentuk profag. Saat sel inang yang mengandung profag tersebut membelah diri, barulah profag akan diwariskan ke sel berikutnya. Adapun tahapan pada daur lisogenik adalah adsorpsi dan infeksi, pemetrasi, penggabungan, pembelahan, sintesis. Untuk memahami lebih lanjut, silakan Quipperian simak gambar berikut ini.






Sumber: Quipper Video

Klasifikasi Virus



Klasifikasi virus tergolong cukup banyak, yaitu berjumlah enam. Semuanya didasarkan pada persamaan ciri yang dimiliki. Ingin tahu lebih lanjut?

1. Klasifikasi virus berdasarkan ada tidaknya selubung pada nukleokapsid

Terdapat dua kelompok virus dalam klasifikasi ini, yaitu sebagai berikut.
  • Virus berselubung yaitu virus yang selubungnya terdiri dari lipoprotein dan glikoprotein, contohnya Poxyvirus, Herpesvirus, Togavirus, Rhabdovirus, dan Paramyxovirus.
  • Virus telanjang yaitu virus yang tidak memiliki selubung pada nukleokapsidnya, contohnya Papovirus, Adenovirus, Picornavirus, dan Reovirus.

2. Klasifikasi virus berdasarkan jumlah kapsomernya

Terdapat lima kelompok virus dalam klasifikasi ini, yaitu sebagai berikut.
  1. Virus dengan 32 kapsomer, contohnya Parvovirus.
  2. Virus dengan 60 kapsomer, contohnya Picornavirus.
  3. Virus dengan 72 kapsomer, contohnya Papovirus.
  4. Virus dengan 162 kapsomer, contohnya Herpesvirus.
  5. Virus dengan 252 kapsomer, contohnya Adenovirus.

3. Klasifikasi virus berdasarkan jenis sel inangnya

Berdasarkan jenis sel inangnya, virus dikelompokkan menjadi empat, yaitu sebagai berikut.
  1. Virus penyerang bakteri, misalnya virus T.
  2. Virus penyerang tanaman, misalnya TMV dan Tungro.
  3. Virus penyerang hewan, misalnya virus rabies dan flu burung.
  4. Virus penyerang manusia, misalnya polio, HIV, dan flu.

4. Klasifikasi virus berdasarkan tipe genom dan metode replikasinya

Berdasarkan tipe genom dan replikasinya, virus dibagi menjadi tujuh kelompok, yaitu sebagai berikut.
  1. Virus tipe I memiliki DNA utas ganda dan reproduksinya dengan cara replikasi, contohnya Herpesvirus.
  2. Virus tipe II memiliki DNA utas tunggal dan reproduksinya dengan cara replikasi, contohnya virus MVM.
  3. Virus tipe III memiliki RNA utas ganda dan reproduksinya secara replikasi, contohnya Reovirus.
  4. Virus tipe IV memiliki RNA utas tunggal (+) dan reproduksinya secara replikasi, contohnya virus polio.
  5. Virus tipe V memiliki RNA utas tunggal (-) dan reproduksinya secara replikasi, contohnya virus rabies.
  6. Virus tipe VI memiliki RNA utas tunggal (+) dengan DNA perantara dan reproduksinya secara transkriptasi balik, contohnya virus AIDS.
  7. Virus tipe VII memiliki RNA utas ganda dengan RNA perantara dan reproduksinya secara transkriptasi balik, contohnya Heparnavirus.

5. Klasifikasi virus berdasarkan jenis asam nukleatnya

Berdasarkan asam nukleatnya, virus dikelompokkan menjadi dua, yaitu sebagai berikut.
  1. Virus DNA yaitu virus yang asam nukleatnya berupa DNA, contoh Parvovirus.
  2. Virus RNA yaitu virus yang asam nukleatnya berupa RNA, contoh Picornavirus.

6. Klasifikasi virus berdasarkan bentuk dasarnya

Berdasarkan bentuk dasarnya, virus dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu sebagai berikut.
  1. Virus bentuk iksohedral memiliki sumbu rotasi ganda dan tata ruangnya dibatasi oleh 20 segitiga sama sisi, contohnya virus polio.
  2. Virus helikal memiliki satu sumbu rotasi, bentuknya menyerupai batang panjang, nukleokapsid tidak kaku, dan berbentuk heliks, contohnya virus flu.
  3. Virus kompleks memiliki struktur lebih kompleks daripada jenis virus lainnya, contoh virus cacar.

Manfaat Virus



Mungkin Quipperian bertanya-tanya, apakah benar jika virus bermanfaat? Bukannya virus selalu merugikan makhluk hidup?
Jika ditinjau dari satu sisi saja, pernyataan di atas memang benar. Akan tetapi, jika dianalisis kembali sifat, struktur, dan klasifikasinya, ternyata virus masih bisa dimanfaatkan untuk membantu makhluk hidup. Apa saja manfaatnya?
  1. Virus memiliki selubung yang tersusun dari subunit protein. Protein selubung dari virus ini bisa dimanfaatkan untuk membuat vaksin protein agar terbentuk respon kekebalan tubuh untuk melawan penyakit.
  2. Bisa digunakan untuk terapi gen melalui rekayasa genetika.
  3. Pengobatan secara biologis, yaitu dengan melemahkan atau membunuh bakteri yang bersifat patogen.
  4. Ilmuwan dari Inggris berhasil menginokulasi partikel virus dan mencampurnya dengan senyawa Fe atau besi untuk membuat kapasitor.
  5. Sebagai biopestisida, yaitu pestisida biologis di bidang pertanian yang tidak mencemari lingkungan.
  6. Produksi interferon, yaitu senyawa yang mampu mencegah replikasi virus di dalam inang.
  7. Pembuatan hormon insulin, dengan cara mencangkokkan virus ke dalam gen penghasil insulin dalam tubuh bakteri agar dihasilkan insulin dalam jumlah besar.

Penyakit yang Disebabkan oleh Virus



Adapun penyakit yang disebabkan oleh virus, baik pada manusia, hewan, dan tumbuhan adalah sebagai berikut.
  1. Cacar variola disebabkan oleh virus jenis Orthopoxvirus.
  2. Campak disebabkan oleh Morbilivirus.
  3. AIDS disebabkan oleh HIV, yaitu Human Immunodeficiency Virus.
  4. Flu disebabkan oleh virus influenza atau parainfluenza.
  5. Flu burung disebabkan oleh HPAIV yaitu High Pathogenic Avian Influenza Virus.
  6. Rabies disebabkan oleh Rhabdovirus.
  7. Tetelo disebabkan oleh virus NCD.
  8. Mosaik disebabkan oleh TMV atau Tobacco Mosaic Virus.


Dasbor berbasis web interaktif untuk melacak COVID-19 secara real time

   
Ensheng Dong, Hongru Du, Lauren Gardner

The Lancet Infectious Diseases, 2020

Pada bulan Desember, 2019, wabah pneumonia lokal yang awalnya tidak diketahui penyebabnya terdeteksi di Wuhan (Hubei, Cina), dan dengan cepat ditentukan untuk disebabkan oleh virus corona baru, 1 yaitu sindrom pernafasan akut parah coronavirus 2 (SARS-CoV-2 ). Wabah tersebut telah menyebar ke setiap provinsi di daratan Cina serta 27 negara dan wilayah lain, dengan lebih dari 70.000 kasus yang dikonfirmasi pada 17 Februari 2020. 2 Menanggapi keadaan darurat kesehatan masyarakat yang sedang berlangsung ini, kami mengembangkan dasbor interaktif online , dipandu oleh Pusat Sains dan Teknik Sistem (CSSE) di Universitas Johns Hopkins, Baltimore, MD, AS, untuk memvisualisasikan dan melacak kasus yang dilaporkan penyakit coronavirus 2019 (COVID-19) secara real time. Dasbor, pertama kali dibagikan secara publik pada 22 Januari, menggambarkan lokasi dan jumlah kasus COVID-19 yang dikonfirmasi, kematian, dan pemulihan untuk semua negara yang terkena dampak. Ini dikembangkan untuk memberikan para peneliti, otoritas kesehatan masyarakat, dan masyarakat umum dengan alat yang ramah pengguna untuk melacak wabah saat terungkap. Semua data yang dikumpulkan dan ditampilkan tersedia secara bebas, awalnya melalui Google Sheets dan sekarang melalui repositori GitHub, bersama dengan lapisan fitur dasbor, yang sekarang termasuk dalam Esri Living Atlas. Dashboard melaporkan kasus di tingkat provinsi di Cina; di tingkat kota di AS, Australia, dan Kanada; dan di tingkat negara sebaliknya. Selama 22-31 Januari, semua pengumpulan dan pemrosesan data dilakukan secara manual, dan pembaruan biasanya dilakukan dua kali sehari, pagi dan malam (US Eastern Time). Ketika wabah berkembang, proses pelaporan manual menjadi tidak berkelanjutan; oleh karena itu, pada 1 Februari, kami mengadopsi strategi aliran data hidup semi-otomatis. Sumber data utama kami adalah DXY, sebuah platform online yang dijalankan oleh anggota komunitas medis Tiongkok, yang mengumpulkan laporan media dan pemerintah setempat untuk menyediakan total kumulatif kasus COVID-19 dalam waktu hampir seketika di tingkat provinsi di Tiongkok dan di tingkat negara. jika tidak.Setiap 15 menit, jumlah kasus kumulatif diperbarui dari DXY untuk semua provinsi di Cina dan untuk negara dan wilayah yang terkena dampak lainnya. Untuk negara dan wilayah di luar daratan Cina (termasuk Hong Kong, Makau, dan Taiwan), kami menemukan jumlah kasus kumulatif DXY sering tertinggal di belakang sumber lain; oleh karena itu kami memperbarui nomor kasus ini secara manual sepanjang hari ketika kasus baru diidentifikasi. Untuk mengidentifikasi kasus baru, kami memantau berbagai umpan Twitter, layanan berita online, dan komunikasi langsung yang dikirim melalui dasbor. Sebelum memperbarui dasbor secara manual, kami mengkonfirmasi nomor kasus dengan departemen kesehatan regional dan lokal,
Lihat di thelancet.com
• [PDF] thelancet.com
• Dirujuk 63 kali
• 3 versi

Jumlah reproduksi COVID-19 lebih tinggi dibandingkan dengan coronavirus SARS
Ying Liu, Albert A Gayle, Annelies Wilder-Smith, Joacim Rocklöv
Jurnal kedokteran perjalanan, 2020
Teaser: Ulasan kami menemukan R0 rata-rata untuk 2019-nCoV menjadi 3,28, yang melebihi perkiraan WHO 1,4 hingga 2,5.
Lihat di academ.oup.com
• [HTML] oup.com
• Dirujuk 73 kali
• 10 versi
jstage.jst.go.jp


Terobosan: Klorokuin fosfat telah menunjukkan kemanjuran yang jelas dalam pengobatan pneumonia terkait COVID-19 dalam studi klinis

Jianjun Gao, Zhenxue Tian, Xu Yang

Tren Biosains, 2020

Virus coronavirus 2019 (COVID-19) menyebar dengan cepat, dan para ilmuwan berusaha menemukan obat untuk pengobatannya yang manjur di Cina. Klorokuin fosfat, obat lama untuk pengobatan malaria, terbukti memiliki khasiat dan keamanan yang dapat diterima terhadap pneumonia terkait COVID-19 dalam uji klinis multisenter yang dilakukan di Cina. Obat ini direkomendasikan untuk dimasukkan dalam versi selanjutnya dari Pedoman Pencegahan, Diagnosis, dan Pengobatan Pneumonia yang Disebabkan oleh COVID-19 yang dikeluarkan oleh Komisi Kesehatan Nasional Republik Rakyat Tiongkok untuk perawatan infeksi COVID-19 pada pasien yang lebih besar. populasi di masa depan.

Update 30 Maret: 1.414 Kasus Positif Covid-19 di 31 Provinsi, Persentase Kematian 8,63 Persen Selasa, 31 Maret 2020 | 06:48 WIB

Update 30 Maret: 1.414 Kasus Positif Covid-19 di 31 Provinsi, Persentase Kematian 8,63 Persen
Selasa, 31 Maret 2020 | 06:48 WIB

NOVA WAHYUDI
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto bersiap menyampaikan keterangan pers di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (27/3/2020). Berdasarkan data hingga Jumat (27/3/2020) pukul 12.00, jumlah kasus positif COVID-19 mencapai 1.046 orang di 27 provinsi se-Indonesia dengan jumlah pasien sembuh mencapai 46 orang dan meninggal dunia mencapai 87 orang. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/nz

Penulis: Haryanti Puspa Sari
 |
Editor: Kristian Erdianto
JAKARTA, KOMPAS.com - Angka pasien positif Covid-19 di Tanah Air semakin bertambah. Hingga Senin (30/3/2020), total jumlah pasien Covid-19 mencapai 1.414 orang.
Jumlah ini bertambah sebanyak 129 pasien dalam waktu 24 jam terakhir.
"Penambahan konfirmasi kasus positif sebanyak 129 orang sehingga total kasus sekarang menjadi 1.414 kasus," ujar juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto dalam konferensi pers di Graha BNPB, Senin (30/3/2020).
Baca juga: UPDATE: Bertambah 129, Total Ada 1.414 Pasien Covid-19 di Indonesia
Kemudian, diketahui ada 122 pasien Covid-19 yang meninggal dunia. Data pasien Covid-19 meninggal ini bertambah 8 orang dalam 24 jam terakhir.
Dengan demikian, persentase angka kematian menjadi 8,63 persen.
"Masih ada kasus kematian sebanyak 8 orang sehingga total kasus kematian ada 122 orang," ucap Yurianto.
Baca juga: UPDATE: Pasien Meninggal akibat Covid-19 Kini 122 Orang, Bertambah 8
Pemerintah juga menyatakan, sampai saat ini ada 75 pasien yang telah dinyatakan sembuh.
Jumlah ini bertambah 11 orang dibandingkan data kemarin.
31 provinsi
Berdasarkan data yang dipaparkan Yuri, pasien positif Covid-19 hingga Senin (30/3/2020) tersebar di 31 provinsi dengan 129 kasus baru di 17 provinsi.
Halaman Selanjutnya
Provinsi baru yang mencatat kasus.

Update 30 Maret: 1.414 Kasus Positif Covid-19 di 31 Provinsi, Persentase Kematian 8,63 Persen
https://images.app.goo.gl/1ybxDoqGP2JhQmLB6

Selasa, 31 Maret 2020 | 06:48 WIB

Provinsi baru yang mencatat kasus perdana virus corona adalah Bangka Belitung.
Baca juga: Ini Sebaran Pasien Positif Covid-19 di 31 Provinsi per 30 Maret
Dari 129 penambahan kasus Covid-19tersebut, tercatat penambahan terbesar berada di Jawa Barat dengan 25 kasus baru.
Sementara itu, DKI Jakarta mencatat 24 kasus baru, menyusul Banten sebanyak 22 kasus baru dan Jawa Timur dengan 17 kasus positif Covid-19.
411 pasien di RS Darurat Penanganan Covid-19
Yuri juga mengungkapkan, terjadi penambahan pasien positif Covid-19 yang mendapat perawatan di RS Darurat Penanganan Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran hingga Senin (30/3/2020).
Total jumlah pasien Covid-19 saat ini adalah 411 orang.
"Rumah sakit Wisma Atlet yang sudah beroperasional dilaporkan pada hari ini (Senin, 30/3/2020) sudah merawat inap sebanyak 411 orang," kata Yuri.
Baca juga: Hingga Senin, RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Rawat 411 Pasien
Data ini menunjukkan, dalam sehari, jumlah pasien di rumah sakit darurat Wisma Atlet bertambah sebanyak 24 orang.
Sebagai pembanding, Minggu (29/3/2020), jumlah pasien yang dirawat di RS Darurat Penanganan Covid-19 terdapat 387 pasien pukul 08.00 WIB.
Pemerintah, kata Yuri, akan meningkatkan pelayanan kesehatan untuk menangani Covid-19 termasuk menambah ruang isolasi pasien positif.
"RS rujukan nasional yang sudah kita siapkan telah bisa menambah sampai dengan saat ini ruang isolasi dengan tekanan negatif sebanyak 1967 ruang," ujarnya.

APD dan alat rapid test di seluruh provinsi
Pemerintah memastikan alat-alat kesehatan dalam penanganan Covid-19 didapatkan di seluruh provinsi dan rumah sakit rujukan.
Yuri mengatakan, hingga Senin, (30/3/2020) sebanyak 191.666 set alat pelindung data (APD), 12.272.500 buah masker bedah, dan 133.640 masker N95 telah didistribusikan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 ke seluruh provinsi.
"Kemudian, alat rapid test sebanyak 425.000 sudah terdistribusi. Oleh karena itu, kita akan tetap berupaya semaksimal memenuhi ini dalam penanganan Covid-19," ujar Yuri.
Baca juga: Hingga 30 Maret, 191.666 Set APD Sudah Didistribusikan ke Seluruh Provinsi
Lebih lanjut, melihat data pasien positif Covid-19 bertambah setiap hari dan pendistribusian APD dan alat rapid test yang hingga kini masih dilakukan pemerintah.
Pemerintah meminta masyarakat dapat memutuskan mata rantai penyebaran virus tersebut.
Menjaga jarak satu sama lain menjadi salah satu langkah yang bisa dilakukan untuk memutus mata rantai penularan.
"Kita harus berusaha untuk memutus rantai penularan di masyarakat, dengan cara jaga jarak secara fisik dan jaga jarak dalam berkomunikasi dengan lingkungan sosialnya dengan jarak lebih dari 1 meter," kata Yuri.
Baca juga: Bahaya Penyemprotan Disinfektan ke Tubuh Manusia, Tak Efektif Cegah Virus Corona
Kemudian, masyarakat diminta untuk menghindari berkumpul dan berada dalam kerumunan. Langkah ini, kata Yuri, harus diterapkan seluruh masyarakat.
Lebih lanjut, Yuri mengingatkan agar masyarakat melakukan cuci tangan sesering mungkin dan idealnya dilakukan selama 20 detik menggunakan sabun.
Sebab, sabun atau detergen mengandung zat yang paling ampuh untuk merusak dinding virus corona.
"Sehingga, bisa merusak virus itu sendiri. Cuci tangan harus sesering mungkin kita lakukan," pungkasnya.

Virus Corona

Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan.Penyakit karena infeksi virus ini disebut COVID-19. Virus Corona bisa menyebabkangangguan pada sistem pernapasan, pneumonia akut, sampai kematian.
Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang lebih dikenal dengan nama virus Corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini bisa menyerang siapa saja, baik bayi, anak-anak, orang dewasa, lansia, ibu hamil, maupun ibu menyusui.
Virus Corona - Alodokter
Infeksi virus ini disebut COVID-19 dan pertama kali ditemukan di kota Wuhan, Cina, pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan cepat dan telah menyebar ke wilayah lain di Cina dan ke beberapa negara, termasuk Indonesia.
Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia), Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome(SARS).

Gejala Virus Corona

Infeksi virus Corona atau COVID-19 bisa menyebabkan penderitanya mengalami gejala flu, seperti demam, pilek, batuk, sakit tenggorokan, dan sakit kepala; atau gejala penyakit infeksi pernapasan berat, seperti demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada.
Namun, secara umum ada 3 gejala umum yang bisa menandakan seseorang terinfeksi virus Corona, yaitu:
Menurut penelitian, gejala COVID-19 muncul dalam waktu 2 hari sampai 2 minggu setelah terpapar virus Corona.

Kapan harus ke dokter

Segera ke dokter bila Anda mengalami gejala infeksi virus Corona (COVID-19) seperti yang disebutkan di atas, terutama jika gejala muncul 2 minggu setelah kembali dari daerah yang memiliki kasus COVID-19 atau berinteraksi dengan penderita infeksi virus Corona.
Bila Anda mungkin terpapar virus Corona namun tidak mengalami gejala apa pun, Anda tidak perlu pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan diri, cukup tinggal di rumah selama 14 hari dan membatasi kontak dengan orang lain.
Alodokter juga memiliki fitur untuk membantu Anda memeriksa risiko tertular virus Corona dengan lebih mudah. Untuk menggunakan fitur tersebut, silakan klik gambar di bawah ini.
Cek Risiko Infeksi Virus Corona

Penyebab Virus Corona

Infeksi virus Corona atau COVID-19 disebabkan oleh coronavirus, yaitu kelompok virus yang menginfeksi sistem pernapasan. Pada sebagian besar kasus, coronavirus hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan sampai sedang, seperti flu. Akan tetapi, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti pneumonia, Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).
Ada dugaan bahwa virus Corona awalnya ditularkan dari hewan ke manusia. Namun, kemudian diketahui bahwa virus Corona juga menular dari manusia ke manusia.
Seseorang dapat tertular COVID-19 melalui berbagai cara, yaitu:
  • Tidak sengaja menghirup percikan ludah dari bersin atau batuk penderita COVID-19
  • Memegang mulut atau hidung tanpa mencuci tangan terlebih dulu setelah menyentuh benda yang terkena cipratan air liur penderita COVID-19
  • Kontak jarak dekat dengan penderita COVID-19, misalnya bersentuhan atau berjabat tangan
Virus Corona dapat menginfeksi siapa saja, tetapi efeknya akan lebih berbahaya atau bahkan fatal bila terjadi pada orang lanjut usia, ibu hamil, orang yang sedang sakit, atau orang yang daya tahan tubuhnya lemah.

Diagnosis Virus Corona

Untuk menentukan apakah pasien terinfeksi virus Corona, dokter akan menanyakan gejala yang dialami pasien. Dokter juga akan bertanya apakah pasien bepergian atau tinggal di daerah yang memiliki kasus infeksi virus Corona sebelum gejala muncul.
Guna memastikan diagnosis COVID-19, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan berikut:
  • Uji sampel darah
  • Tes usap tenggorokan untuk meneliti sampel dahak (tes PCR)
  • Rontgen dada untuk mendeteksi infiltrat atau cairan di paru-paru
Pengobatan Virus Corona
Infeksi virus Corona atau COVID-19 belum bisa diobati, tetapi ada beberapa langkah yang dapat dilakukan dokter untuk meredakan gejalanya dan mencegah penyebaran virus, yaitu:
  • Merujuk penderita COVID-19 untuk menjalani perawatan dan karatina di rumah sakit yang ditunjuk
  • Memberikan obat pereda demam dan nyeri yang aman dan sesuai kondisi penderita
  • Menganjurkan penderita COVID-19 untuk melakukan isolasi mandiri dan istirahat yang cukup
  • Menganjurkan penderita COVID-19 untuk banyak minum air putih untuk menjaga kadar cairan tubuh

Komplikasi Virus Corona

Pada kasus yang parah, infeksi virus Corona bisa menyebabkan beberapa komplikasi serius berikut ini:

Pencegahan Virus Corona

Sampai saat ini, belum ada vaksin untuk mencegah infeksi virus Corona atau COVID-19. Oleh sebab itu, cara pencegahan yang terbaik adalah dengan menghindari faktor-faktor yang bisa menyebabkan Anda terinfeksi virus ini, yaitu:
  • Hindari bepergian ke tempat-tempat umum yang ramai pengunjung (social distancing).
  • Gunakan masker saat beraktivitas di tempat umum atau keramaian.
  • Rutin mencuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer yang mengandung alkohol minimal 60% setelah beraktivitas di luar rumah atau di tempat umum.
  • Meningkatkan daya tahan tubuh dengan pola hidup sehat.
  • Jangan menyentuh mata, mulut, dan hidung sebelum mencuci tangan.
  • Hindari kontak dengan hewan, terutama hewan liar. Bila terjadi kontak dengan hewan, cuci tangan setelahnya.
  • Masak daging sampai benar-benar matang sebelum dikonsumsi.
  • Tutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau bersin, kemudian buang tisu ke tempat sampah.
  • Hindari berdekatan dengan orang yang sedang sakit demam, batuk, atau pilek.
  • Jaga kebersihan benda yang sering disentuh dan kebersihan lingkungan.
Untuk orang yang diduga terkena COVID-19 atau termasuk kategori ODP (orang dalam pemantauan), ada beberapa langkah yang bisa dilakukan agar virus Corona tidak menular ke orang lain, yaitu:
  • Jangan keluar rumah, kecuali untuk mendapatkan pengobatan.
  • Periksakan diri ke dokter hanya bila Anda mengalami gejala gangguan pernapasan yang disertai demam atau memenuhi kriteria PDP (pasien dalam pengawasan).
  • Usahakan untuk tinggal terpisah dari orang lain untuk sementara waktu. Bila tidak memungkinkan, gunakan kamar tidur dan kamar mandi yang berbeda dengan yang digunakan orang lain.
  • Larang dan cegah orang lain untuk mengunjungi atau menjenguk Anda sampai Anda benar-benar sembuh.
  • Sebisa mungkin jangan melakukan pertemuan dengan orang yang sedang sedang sakit.
  • Hindari berbagi penggunaan alat makan dan minum, alat mandi, serta perlengkapan tidur dengan orang lain.
  • Pakai masker dan sarung tangan bila sedang berada di tempat umum atau sedang bersama orang lain.
  • Gunakan tisu untuk menutup mulut dan hidung bila batuk atau bersin, lalu segera buang tisu ke tempat sampah.
Apabila Anda ingin mendapatkan lebih banyak informasi tentang gejala, pencegahan, dan fakta tentang virus Corona, silakan downloadaplikasi Alodokter di Google Play atau App Store. Melalui aplikasi Alodokter, Anda juga bisa chat langsung dengan dokter dan membuat janji konsultasi dengan dokter di rumah sakit.

Satu PDP Virus Corona Covid-19 Meninggal dunia

Lagi, Satu PDP Virus Corona Covid-19 Meninggal Dunia di Bandung

Oleh Huyogo Simbolon pada 23 Mar 2020, 03:00 WIB
Ilustrasi Virus Corona 2019-nCoV (Public Domain/Centers for Disease Control and Prevention's Public Health Image)
Liputan6.com, Bandung - Seorang pasien dalam pengawasan (PDP) virus Corona Covid-19 meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Pasien PDP tersebut berjenis kelamin laki-laki, berusia 69 tahun, yang masih menunggu hasil tes swab.
Menurut keterangan resmi pihak RSHS Bandung, pasien tersebut meninggal dunia pada Sabtu (21/3/2020) pukul 12.05.
Pihak RSHS Bandung juga telah memperbarui jumlah pasien dalam penanganan Covid-19. Data per Minggu (22/3/2020), sedikitnya tujuh pasien positif Covid-19.
Ketujuh pasien positif Corona Covid-19 tersebut yaitu laki-laki masing-masing berusia 46 tahun, 24 tahun, 53 tahun, dan 32 tahun. Sedangkan dua lainnya adalah perempuan masing-masing berusia 43 dan 30 tahun.
Sementara, satu pasien positif lainnya adalah anak laki-laki berusia 1,5 bulan.
Data di laman RSHS juga merinci jumlah orang dalam pemantauan (ODP). Jumlah ODP dari IGD RSHS berjumlah tiga orang. Adapun jumlah keseluruhan ODP virus Corona Covid-19 di RSHS Bandung hingga 22 Maret 2020 adalah 196 orang.
Untuk pasien dalam pengawasan (PDP) Corona Covid-19 berjumlah 23 pasien. Rinciannya, empat pasien di ruang isolasi infeksi khusus Kemuning dan 19 pasien di ruang Kemuning, satu di antaranya isolasi.

TUGAS 3 HTML LANJUTAN Membuat CURICULUM VITAE - XII RPL TH 2020

CURICULUM VITAE / DAFTAR RIWAYAT HIDUP Bismillah:) Resti Nopianti XII RPL 1 ini adalah tugas projeknya ini codingan ...